Jeruk Purut

Apa yang ada dalam pikiran kamu kalau dengar kata jeruk purut?  Aku mengasosiasikan kata jeruk purut dengan hantu pastur tanpa kepala dari TPU jeruk purut, kaya yang di film hantu itu loh. Bukannya aku udah pernah liat hantu populer itu tapi cerita hantu itu emang lebih nempel di otak daripada tumbuhan bernama jeruk purut alias Citrus Hystrix (ditulis dengan huruf miring, kalo engga diomelin pak guru cerewet)

Biarpun ga terlalu populer dan ga nempel di hati, saya mau mencatat beberapa hal tentang jeruk purut ini.

Cir-ciri Jeruk Purut

– Tinggi pohonnya bisa mencapai 3 meter, rantingnya berduri panjang kecuali ranting dan  batang pohon yang sangat tua

– Daunnya berupa daun tunggal bertangkai pendek yang terbagi dua pangkal dan ujung, berwarna hijau tua dan kaku

– Buahnya bisa sampai sebesar bola tennis meja (ping pong?) tapi rata-rata berdiameter antara 2-3 cm dengan permukaan keriput jelek. Ketika muda dan mentah buahnya berwarna hijau tua, ketika matang buahnya berwarna kuning

– Jeruk purut baik daun maupun buahnya memiliki bau wangi yang kuat

– Jeruk purut subur ditanam pada tempat dengan cukup sinar matahari, tapi kalau sinar matahari ga banyak pun masih bisa hidup asal ga keterlaluan

Manfaat Jeruk Purut

– Untuk bumbu pastinya

– Buahnya banyak mengandung vitamin C, bisa digunakan untuk obat pilek dengan mencampur air 1 buahnya yg sudah matang dengan 60 ml air hangat dan diminum dua kali sehari

– 2-3 lembar Daunnya bisa dibuat teh, atau diseduh dengan hair mendidih dan digunakan untuk menjaga stamina, karena banyak mengandung anti oksidan

– Air rebusan dua genggam daun jeruk purut yang dicampurkan pada air mandi bisa meredakan kelelahan dan memulihkan tenaga

– Kulit buahnya bisa membersihkan darah (Tidak disebutkan caranya dalam home-remedies-for-you.com)

-Menurut home-remedies-for-you.com minyak astirinya biasa dicampurkan pada produk-produk perlengkapan mandi untuk menghilangkan pikiran negatif, maksudnya biar selalu ceria kali ya

– daunnya bisa digosokkan pada gusi dan gigi untuk membersihkannya

– Untuk menghilangkan ketombe dan mengatasi kerontokan rambut dengan cara menggosokkan daun atau kulit buahnya di kulit kepala

– Untuk menghilangkan kulit bersisik dengan menggosokkan buahnya di kulit

– Minyaknya membantu melancarkan pencernaan

– Untuk pengharum ruangan

Sementara sekian dulu, waktunya pulang

Advertisements
Posted in rumahan | Leave a comment

Atonojusanya

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

Semalem liat bulan ceraah banget. Biarpun semalem bukan bulan purnama. Ga ada awan ga ada bintang yang ada cuma bulan yang bulat agak penyok di salah satu sisi.

Trus beberapa jam lalu saya baca berita di bawah ini

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Bulan ajaib (dijuluki di Jepang dengan nama Atonojusanya) muncul, Rabu (5/11/2014) kemarin di Jepang. Penglihatan cantik bulan ini dapat dilakukan sekali dalam 171 tahun. Namun bulan ini yang seperti bulan purnama, diperkirakan akan dapat dilihat lagi tahun 2109 dan tahun 2051 nanti.

Miracle Moon ini, menurut banyak ahli perbulanan Jepang, memberikan kecerahan dan kebahagiaan bagi masyarakatnya. Cuaca cerah kemarin di Jepang memungkinkan pula melihat bulan dengan sangat indah di malam hari

Trus saya googling tentang atonojusaya dan saya tidak menemukan apapun kecuali berita ini. Ah seakan berita ini cuma curcol seorang koresponden yang lagi jatuh cinta

Aside | Posted on by | Leave a comment

Pro dan Kontra, atas Hipotesis Oppenheimer (1998)

menarik, tapi lagi sibuk (kemayu) untuk membeca

Kanzunqalam's Blog

Oleh: Awang Harun Satyana

Rekan-rekan yang suka membaca atau mempelajari buku-buku tentang migrasi manusia modern berdasarkan analisis genetika molekuler (DNA), pasti pernah membaca nama Stephen Oppenheimer. Oppenheimer adalah salah satu tokoh utama bidang ini, yang produktif menuliskan hasil-hasil risetnya. Saat ini, Oppenheimer yang semula seorang dokter anak dan pernah bertugas di Afrika, Malaysia, dan Papua New Guinea; adalah research associate di Institute of Human Sciences, Oxford University.

Salah satu bukunya yang terkenal “Out of Eden : the Peopling of the World” (2004), cetakan terbarunya baru saya beli dua minggu lalu. Ini adalah sebuah buku yang komprehensif tentang sejarah penghunian semua daratan di Bumi oleh manusia modern berdasarkan analisis DNA pada semua bangsa. Oppenheimer memang pernah terlibat dalam suatu proyek raksasa untuk pemetaan genome manusia seluruh dunia. Dari situ ia mendapatkan data untuk menyusun bukunya. Melalui buku ini, kita bisa menebak dengan mudah bahwa Oppenheimer adalah seorang…

View original post 1,142 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Climate change

Merindui hujan
Ketika tanah basah semerbak
Saat bebungaan merekah sewajarnya
Tatkala hembus angin penanda musim
Sewaktu satwa ramai ceria

Sekarang nyatanya
Jangankan satwa ramai
Apalagi mekar bunga
Angin pun omong kosong
air langit tinggal ketidakpastian

Padahal kau blom punya uang
Untuk kau hitung tanpa bernapas
Bahagia lah bersama nafsumu yg gagal

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menghilangkan Bau Bawang Putih di Tangan

Satu hal. Google memang sakti!!!!
Sepanjang perjalanan dari rumah ke ‘sawah’ saya terganggu dengan bau tangan saya.Karena sebelum ‘nyawah’ saya sempatkan bikin sayur asem akibatnya tangan saya berbau sedap. Sedap kalo baunya dari piring, masalahnya bau ini muncul dari telapak tangan kiri saya, ga asik banget.

Gangguin kecil ini membuat saya berpikir (jadi sepanjang waktu saya ga mikir)pasti ada cara untuk menghilangkan bau sedap dari telapak tangan saya. Saya sudah pernah beberapa macam metode antara lain menggosok tangan saya dengan ampas kopi, hasilnya bau bawang masih tercium cuma telapak tangan jadi agak lebih lembut. Selain ampas kopi, ampas bekas seduhan teh juga sudah saya coba dan gagal. Yang sering saya lakukan adalah cuci tangan berulang-ulang bukannya jadi wangi tangan saya jadi kepansan. Yang pernah saya coba lagi adalah menggosok telapak tangan dengan daun kemangi, ternyata telapak tangan saya semakin berbau sedap mirip sambel kemangi.

Tadi pagi saya baru kepikiran unrtuk bertanya kepada embah segala tahu.Mbah google. dan voila!! mbah google emang benar-benar mbah segala tahu.Dari beberapa sumber antara lain kompas vemale, facebook dan satu lagi apa saya lupa saya temukan beberapa metode menghilangkan bau bawang di tangan antara lain
1. Menggosok tangan dengan NaCl (benda macam apa ini?)
2. Menggosok tangan dengan pasta gigi (mungkin efek sampingnya, tangan jadi sewarna gigi)
3. Menggosok tangan dengan Air lemon (mahal, ini buah impor yang agak males tumbuh di indonesia)
4. Menggosok tangan dengan baja antikarat (Ok deh stainless steel)

Sampai di sawah, sembari bikin segelas teh hangat (aah sedaap) saya gosok telapak tangan saya dengan sebuah sendok baja anti karat kecil. Sebenarnya bukan digosok tapi menekan-nekan permukaan sendok dengan jari-jemari dan telapak tangan. Ternyata benar, sekarang tangan saya ga bau bawang putih lagi. Alhamdulillah

Sekarang waktunya ngeteh.Yuk mari

Aside | Posted on by | Leave a comment

HUjan

Tadinya di dalam kepala saya tertulis sebuah puisi tentang hujan karena hujan pertama di bulan Oktober yang super panas itu sebegitu derasnya. Demikian pula deras kebahagiaan yang mengalir di hati saya karenanya. sekarang bait-bait puisi itu menguap begitu saja karena saya masih berpikir keras sekedar untuk membuka halama wordpress ini kemudian saya harus mencari tombol add new post yang sama-sama bikin saya berpikir dan menunggu lama penuh kesabaran.

Ok, kembali pada hujan. Seakan rasa panas yang membuat frustasi sejak beberapa bulan yang lalu itu luruh begitu saja oleh hujan deras selama setengah jam. yang ada dalam hati saya cuma syukur dan bahagia. Padahal seharusnya saya mendongkol karena saya tidak membawa jas hujan. Demikian pula padi di sawah belum habis dipanen, itu artinya ada kemungkinan padi yang sudah waktunya panen itu terkena banjir, hujan juga bisa berarti anjloknya harga gabah. Ah berapapun harga gabah, zakatnya tetep 5% kok. Tapi tetap saya gembira dan bersyukur atas hujan sore ini.

Oh ya baru saja, beberapa jam yang lalu saya mengobrol dengan kawan sebelah tentang kira-kira kapan datangnya hujan. Kemudian obrolan merembet sampai makna hujan yang berbeda bagi masing-masing orang. Bagi orang di Jakarta hujan berarti kerepotan itu minimalnya, maksimalnya bagi orang Jakarta hujan adalah bencana banjir. Banjir adalah bencana tahunan, semacam rutinitas bagi kota metropolitan terpadat di Indonesia ini. Bahkan sekarang banjir di Jakarta lebih bisa dipastikan daripada berbuahnya rambutan dan mangga di akhir tahun.

Sedang di Jawa timur, Jawa tengah dan Jawa Barat (maaf mindset saya tak bisa berubah dengan pemikiran bahwa jawa itu terbagi 3 zona) terutama di pedesaan, hujan itu berkah. Hujan itu syukur, hujan itu rezeki. Meskipun banyak pedesaan yang tergenang banjir juga karena lenyapnya daerah resapan air di pulau jawa. Ada hadits yang mengatakan bahwa salah satu doa yg mujarab (emangnya obat) adalah doa ketika hujan. Demikian pula di Kitab suci ada ayat tentang hujan yang turun bersama rezeki. Tak bisa tidak saya harus percaya sama kitab suci, karena itu sebenar-benarnya kebenaran.

Jadi kenapa makna hujan bisa sebegitu berubah drastis? bahkan bertolak belakan dengan kitab suci sendiri? Mungkin manusia lah yang berubah bukan makna hujan, bukan pula hujan apalagi air.

Bagi kawan-kawan yang ada di Jakarta semoga masih bisa bersyukur ketika hujan turun, meskipun itu mungkin berarti ancaman bencana. Karena syukur itu lebih bahagia daripada ngedumel apalagi ‘curhat’ di media sosial. Easy for me to say it? Maaf cuma menghibur 🙂

 

ditulis di pojok kantor usai hujan sore ini

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Dari beberapa kali pemilihan presiden, saya tarik kesimpulan bahwa rakyat indonesia menyukai figur proletar,sudra baik itu sudra beneran maupun sudra polesan.mana ada bukan sudra tapi dipoles sudra,seakan mercy dengan bodi gerobak.ada lah ga perlu saya sebut kan,males. Mungkin pembaca ada yang ga nyadar,tapi saya malas ngomongin itu.
Oh ya bukan cuma rakyat indonesia, amerika juga begitu ding.itu tuh presiden obama, heboh banget orang indonesia hanya karena dia pernah singgah di sini sebentar waktu kecil
Saya jadi ingat perkataan teman saya bahwa saya itu memimpikan pangeran berkuda putih yang akan datang membawa cinta bahwa saya percaya pada dongeng.yah menututnya saya hidup dalam angan-angan dan kepercayaan pada dongeng.itu dulu,mungkin masih.saya tak tau pasti.
Pilpres ini bikin saya tahu bahwa banyak yg seperti saya. Orang-orang berharap bahwa angan tentang anak petani yg menjadi raja bisa jadi kenyataan. Keinginan melihat dongeng menjadi nyata mendorong orang2 bahu membahu mewujudkannya dengan instrument bernama demokrasi. Saya ga bilang semua pemilih seperti itu,tapi paling tidak sebagian besat begitu.mereka adalah para pemilih yang tidak terlalu paham demgan program,misi,visi, Apalagi intrik politik orang-orang seperti budhe saya,bulik saya, embah saya bahkan ibu bapak saya

Posted in Uncategorized | Leave a comment