Terjadinya Danau Toba Terjadinya Zaman Es

Uhm…ini postingan yang menyela pekerjaan yang banyaknya tak terperi. Bagi saya artikel di natgeo yang saya baca amatlah menarik. penjelasan tentang pembuktian bahwa letusan gunung toba adalah pemicu terjadinya jaman es. jaman es lebih terkenal baru-baru ini karena ada film2 animasi lucu yang judulnya Ice Age 1.2 dan 3. saking larisnya film ini sampai dibikin seri ketiga

Betapa hebatnya Indonesia, di negeri yang dihuni oleh orang-orang munafik menyedihkan dan pengecut ini banyak terdapat dan terjadi hal-hal besar. Tapi tak banyak yang tahu, bahkan penduduknya sendiri mengecilkan negerinya.kok jadi curhat yak?

. Ketika danau Toba yang dikelilingi 7 kabupaten di Sumatera Utara itu terbentuk, di seluruh dunia mengalami masa gelap yang menakutkan dan menyedihkan. letusan gunung Toba memang memberikan keindahan baru bagi negeri yang nantinya bernama Indonesia tapi juga menimbulkan kengerian baru bernama Zaman Es bagi dunia.Zaman es mulai terjadi sekitar 71000-75000 tahun yang lalu. terbentuknya jaman es merupakan sebuah perubahan iklm radikal dan tiba-tiba, jadi semacam revolusi iklim gitu lah. Jika dibandingkan dengan perubahan iklim ini maka perubahan iklim yang terjadi pada akhir-akhir ini termasuk pada evolusi iklim (istilah tersebut karangan saya saja jadi bukan sesuatu yg ilmiah) Bagaimana Letusan gunung toba bisa memicu terjadinya revolusi iklim, saya temukan penjelasan singkatnya sebagai berikut (sebagaimana tertulis di http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/saat-toba-meletus-malapetaka-terjadi-di-bumi )

Letusan yang dikenal sebagai Youngest Toba Tuff (YTT) itu adalah terdahsyat dan membentuk danau (kaldera) seperti sekarang. Melepaskan sedikitnya 2.800 kilometer kubik magma ke udara, letusan YTT menjadi yang terbesar di Bumi dalam dua juta tahun terakhir.
Dampak letusan Toba tidak sebatas pada luncuran awan panas dan timbunan abu yang mematikan. Bencana terbesar dan berskala global dari letusan Toba adalah perubahan iklim. 
Rekaman tentang petaka Toba itu awalnya terbaca pada lapisan es beku di sudut Bumi. Pada awal 1990-an, Gregory A. Zielinski, geolog dari University of Massachusetts, menemukan lapisan asam belerang sebanyak 2-4 megaton dalam inti es di Greenland. Zielinski ahli dalam menemukan rahasia yang terkubur di dalam lapisan es kuno.

Dengan menganalisis komposisi lapisan inti es yang terbentuk tiap tahun, dia menemukan perubahan kimia terkecil yang bisa menjelaskan kondisi iklim dan besaran suhu. Temuan itu sangat mengejutkan.

Volume asam belerang tersebut setara 25 kali tingkat polusi yang disebabkan seluruh industri dunia saat ini. Lalu setelah menganalisis usia lapisan, dia menemukan, timbunan asam belerang itu terbentuk dalam kurun waktu enam tahun pada periode 71.000-75.000 tahun lampau!
Dalam tulisannya di Geophysical Research Letter (1996), Zielinski memperkirakan, bahwa saat itu seluruh Bumi diselimuti lapisan kuning beracun—dari asam belerang—yang kemudian luruh dan sebagian terendapkan di Greenland. Peluruhan itu berlangsung selama enam tahun.
Di sudut lain Bumi, Michael Rampino, geolog New York University, mengebor dasar laut untuk melacak iklim pada masa lalu. Dengan menganalisis dua isotop oksigen (Oksigen-16 dan Oksigen-18) yzng terdapat dalam cangkang mini yang disebut foraminifera, dia bisa mengetahui suhu lautan pada masa lalu.
Rampino tersentak kaget saat mengetahui pada suatu masa suhu lautan tiba-tiba turun drastis, hingga 5 derajat celcius. Dan perubahan itu terjadi tiba-tiba.

“Sistem iklim global seperti diputar tombolnya, tiba-tiba, dari panas menjadi dingin,” katanya. Rampino kemudian melacak kurun peristiwa itu terjadi. Dia menemukan penanda waktu yang nyaris sama dengan saat hujan asam belerang di Greenland yang ditemukan Zielinski.

Dua peneliti independen, menggunakan metode berbeda, dipertemukan oleh temuan serupa. Sesuatu yang luar biasa terjadi. Ada apa dengan Bumi pada kurun waktu itu?

Sementara Zielinski dan Rampino masih diliputi teka-teki, John Westgate, ahli dari University of Toronto, sudah menemukan abu vulkanik berusia 74.000 tahun. Bertahun-tahun lamanya Westgate bekerja layaknya detektif gunung api, melacak sumber abu vulkanik dari berbagai belahan dunia.
Tahun 1994, dia mendapat sampel abu yaang dikirimkan seorang kolega, Craig Chesner, dari sekitar Danau Toba dan… eureka! Setelah bertahun pencarian, penyebab kekacauan iklim di masa lalu itu akhirnya ditemukan. Gunung itu mengirimkan abunya nyaris ke seantero Bumi, menimbulkan partikel asam belerang di inti es, serta mendinginkan samudra.

Saat Toba meletus, jutaan ton asam sulfat dilepaskan ke stratosfer sehingga menciptakan kegelapan total selama enam tahun dan suhu beku sedikitnya 1.000 tahun, lalu diikuti cuaca dingin ribuan tahun. Fotosintesis melambat, bahkan hampir mustahil terjadi, menghancurkan sumber pakan manusia dan hewan. Vulkanolog mengadopsi istilah humongous untuk letusan Toba guna menggambarkan bencana global yang nyaris memunashkan spesies manusia di Bumi ini.
Walaupun para ahli masih belum bersepakat dengan skala besaran letusannya, semua sepakat: kehidupan manusia tak lagi mudah setelah Toba meletus.
Namun merekonstruksi kehidupan manusia setelah YTT bukanlah pekerjaan mudah. Jejak arkeologis sangat terbatas, ditelan Bumi yang terus berubah.

sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/saat-toba-meletus-malapetaka-terjadi-di-bumi

http://ilove-indonesia.com/bali,tourism,bali,Indonesia,Balitours,traveling,tobalake,danautoba,BatakIndonesia/danau-toba/Image

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s