Sok-sokan Ngomong Politik

Sebelum saya lanjutkan. Baiklah saya curhat dulu.Sepanjang waktu blog saya yang kacau ini vakum tapi  ketika ada niatan untuk menulis maka koneksi internet  yang saya dapati adalah amit-amit lebih lambat daripada siput,maklumlah gratisan.

Tahun 2014 tahun politik katanya, maka saya yang muak sama politik ini mencoba untuk menulis soal politik. Bukan sekedar muak, kesebelan saya sama politik juga bikin saya apatis pada politik negeri ini sehingga saya jadi tolol dan buta politik. Maka manusia-manusia seperti saya inilah yang cenderung dimanfaatkan orang-orang yang concern dan melek politik. Suara saya tak lebih dari sekedar alat bagi mereka untuk mencapai kekuasaan atau apapun lah yang mereka buru, entah harta entah tahta entah mahkota tapi semoga ada yang memburu surge dari politik. Mungkin ga sih?saya menyangsikannya.

Apa ya? Tuh kan saya lupa apa yang mau saya tulis pas saya masih di toilet. Saya mau ngomong soal  partai nasionalis(?) yang mengerikan (menurut saya pribadi). Saya sebut mengerikan karena :

  1. Mereka menyebut diri mereka nasionalis tapi ketika mereka berkuasa mereka menjual asset-aset strategis Negara.Sebenarnya ga ngaruh langsung ke rakyat, pada ga nyadar aja kali
  2. Mereka menyebut diri partai orang kecil dan orang miskin, tapi mereka pernah berkuasa dan mulai saat itulah orang-orang miskin makin sengsara, dengan beberapa undang-undang yang diproduksi pada masa mereka. Dari undang-undang pajak hingga undang-undang tenaga kerja. Undang-undang yang bikin saya ternganga ketika baca
  3. Mereka bilang anti korupsi, tapi ketika mereka berkuasa jual beli jabatan dan pekerjaan secara bebas dan massif  mulai dicetuskan dan bertumbuh. Sesuatu yang bikin embah saya benci setengah mati sama partai ini
  4. Mereka bilang pembela rakyat kecil  buruh petani dan nelayan tapi ketika mereka berkuasa, sector-sektor pengidupan mereka justru digembosi. Hal yang bikin Bapak saya benci secara pribadi pada partai ini, padahal bapak saya biarpun galak tapi penuh welas asih dan bukan pembenci
  5. SDM mereka adalah orang-orang mengerikan. Mereka adalah orang-orang yang dihindari orang-orang normal untuk ditemui selain kualitas pendidikan dan keilmuan mereka. Meskipun masih ada oknum-oknum yang benar-benar mengenyam pendidikan yang sebenarnya dan juga oknum orang baik-baik.
  6. Di masa lalu (engga lalu-lalu amat sih Cuma beberapa puluh tahun ke belakang) orang-orang ini adalah pelarian dari kelompok yang dinyatakan terlarang oleh Negara. Jadi mereka semacam alat untuk mengakomodir  orang-orang yang sebenarnya punya ideology yang sudah dihapus di Negara ini. Ideology yang memusuhi  umat agama saya denganmati-matian hingga terjadi ratusan ribu bahkan jutaan kematian pada kedua belah pihak. Tragedi kemanusiaan di Indonesia tercinta
  7. Yang paling mengerikan adalah kelompok ini banyak dimotori oleh orang-orang yang seagama dengan saya tapi ga paham agamanya dan jarang mengerjakan perintah agama. Di sini juga lebih banyak yang tidak seagama dengan saya.  Kita (kita?saya aja kale) tahu ketika umat ini berada dibawah rezim yang tidak seiman umat kita selalu teraniaya, minimal terpinggirkan lebih buruknya dibantai, dimusnahkan. Sudah terbukti di negeri ini dan negeri-negeri sekitar yang jauh maupun dekat

Ah politik betapa saya muak, sebenarnya saya tidak pedulidan tidak mau tahu. Mengapa sekarang Saya tulis  mengenai hal ini?

Sebenernya saya takut sungguh-sungguh takut. Melihat besarnya popularitas sang calon presiden yang merupakan salah satu dari mereka. Sungguh saya takut ketika mereka berkuasa, apa yang akan terjadi pada negeri indah ini? Apa yang akan terjadi dengan asset eagara yang dikumpulkan dengan susah payah dan kerja keras?

Yah saya tahu sang calon presiden muslim. Melihat setiap gerak-geriknya selalu diliput media bagaimana bisa tak pernah dia diliput soal shalatnya, qurbannya, puasanya, zakatnya, shadaqahnya.

Iya sih mungkin memang benar dia visioner yang inovatif, tapi inovasi imajinernya belum  pernah Nampak work well mengatasi permasalahan  kota.

Iya sih dia seorang yang bersih, tapi apakah dia benar-benar bersih? Bagaimana dia bisa sangat enjoy dengan posisinya ketika seorang-ibu-ibu yang menjadi walikota stress ketika berdekatan dengan mereka karena banyak hal bertentangan dengan hati nuraninya. Kasus si ibu harusnya bisa bikin kita berpikir lebih dalam.

Mungkin dia bersih mungkin dia hebat, tapi dia seorang diri berendam di kubangan lumpur kuda nil. Istilahnya cedak asu gupak

Sungguh saya takut dengan apa yang akan terjadi. Saya yakin seyakin yakinnya dengan tingkat integritas sang calon presiden terhadap agamanya sendiri. Bagaimana nasib umat muslim yang telah penuh cobaan ini? Diteroriskan, dimurtadkan, dilunturkan imannya, dicampur adukkan akidahnya dengan tradisi, dipengaruhi pola fikirnya lewat gaya hidup, didangkalkan pemahamannya, dijauhkan dari ajaran al quran dan hadits lewat pengetahuan modern, apakah masih perlu memiliki pemimpin yang seperti itu?

 

Mungkin ini SARA, tapi ini pendapat saya pribadi yang tak tahu apa-apa, saya bukan siapa-siapa. Tidak bermaksud menyerang siapa pun dan pihak manapun, Tapi merasa diserang boleh lah itu hak anda

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to Sok-sokan Ngomong Politik

  1. zizaw says:

    apapu kontribusi kita, mari kita berdoa … semoga negeri ini jadi lebih baik dan baik. baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. amin

  2. 1. Semoga Allah lindungi kita dari setiap kezaliman. Semoga Allah tunjukkan kepada kita yg baik itu baik dan yg buruk itu buruk. Amin.

    2. Keren curhatannya.

  3. Bisalah. Gerutuan aja bisa keren.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s