Memaksa Anak

stetoOK, here i am sitting in front of a monitor with internet connection. after so long time i didn’t have this chance Now….skarang apa yang mau saya tulis? saya cuma ‘agak’ kangen menulis. Agak yang cukup banyak mengingat saya jadi cukup pendiam akhir-akhir ini. I don’t think i have enough chance to talk and i don’t have someone to talk to. Poor me. Ah biasa aja lagi males ngomong aja kali

Well, sejam yang lalu seorang kawan menyodori saya sebuah draft laporan yang perlu saya paraf. Wuih paraf saya laku ya? Iya donk saya kan artis multi talenta. Demi membaca sebuah alamat pada draft itu saya teringat pada obrolan yang saya ‘kupingin‘ di masa SMU dulu. Yah karena saya benar-benar tidak populer bahkan jarang ada yang mau ngajak saya bicara langsung, jarang ada yang mau cerita-cerita sama saya yang sudra ini.hiks curcol. Jadi saya cuma nguping temen sekelas yang ‘ngrasani‘ guru kami. Sebut saja guru yang ‘dirasani’ itu namanya Pak Cita. Guru ini punya anak namanya Mas Sulung dan mBak Ragil. Mbak Ragil sekelas dengan kami. Tempo hari mBak Ragil disinggung di grup facebook alumni SMU. Alamat yang barusan saya baca itu adalah sekitaran alamat rumah Pak Cita, makanya saya ingat tentang rasan-rasan itu.

Jadi inti dari ‘rasan-rasan‘ itu adalah, ngomongin tentang Mas Sulung yang rupanya kakak kelas teman-teman saya di SMP. Semacam cowo idaman gitu kali ya. Ceritanya Pak Cita semasa muda bercita-cita jadi dokter tapi ga kesampaian justru Pak Cita jadi Guru di SMU saya. Nah, karena menyesal cita-citanya ga kesampaian Pak Cita berharap anaknya bisa mewujudkan cita-citanya yang kandas. Akhirnya Mas Sulung dipaksa untuk kuliah kedokteran. Ceritanya Mas Sulung ga ketrima di perguruan tinggi negeri. Meskipun demikian Mas Sulung tetap kuliah kedokteran tentu saja di universitas swasta. Tanpa peduli dengan biaya kuliah yang selangit Pak Cita tetap berjuang agar bisa membiayai kuliah anaknya.

Menurut cerita yang saya kupingin sebenarnya Mas Sulug engga suka kuliah kedokteran dan ga pengen jadi dokter. Sebenarnya Mas Sulung pengen pindah kuliah aja tapi Pak Cita ga ngasih Kasian ya Mas Sulung. Cerita ini saya ingat bener-bener, dalam hati saya bertekad andai suatu saat saya punya anak saya ga akan maksa anak saya melakukan sesuatu yang dia ga suka, seuatu yang dia ga mau. Saya berpikir kalo si anak dipaksa pasti hasilnya ga akan maksimal. Lebih dari itu pemaksaan kaya gitu kan ga bikin si anak bahagia. Masih mending kalo ga bahagianya pas kuliah aja gimana kalo dia ga bahagia sampe tua karena menjalani profesi yang dia ga suka

Ah saya cuma berandai-andai bahwa orang yang diceritakan dalam draft laporan yang saya baca tadi adalah Mas Sulung. Otak atik gathuk saya tidak kenal dan tidak tahu Mas Sulung demikian pula orang yang tertulis di laporan. Karena di Laporan tadi tertulis “dokter honorer/pegawai tidak tetap dan tidak membuka praktek“. Kalo digathuk-gathuk-kan karena Mas Sulung ga suka jadi dokter maka ketika dia menjalani profesi itu juga setengah-setengah, jadi dokter tetap aja ga mau, buka praktek aja ga mau.sayang kan Fakta : Mas Sulung bukan orang yang diceritakan di draft laporan

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s