Bunga Liar dalam Kenangan

Oh…sulit sekali memaksa diri untuk terus menulis.meski di kepala saya yg ga terlalu sering digunakan ini sering muncul ide-ide tulisan. Banyak banget yang pengen saya catat disini tapi eksekusi tak ada

So, here it goes tulisan pertama saya di bulan oktober tahun ini
Setiap hari saya berangkat dan pergi bekerja dengan berjalan kaki. Bukan karena ramah lingkungan sih cuma karena saya blom brani bawa sepeda motor ato pit onthel karena saya diam-diam masih sering pusing

Untuk memperpendek jarak tempuh saya selalu lewat jalan kecil di samping jalan utama yg kanan kirinya adalah lahan kosong. Thanks god ada hikmahnya harus berjalan kaki
Di kanan kiri jalan kecil itu saya bisa melihat berbagai macam tanaman dan bunga liar yang menurut saya indah. Keindahan yang sedikit menghibur kelelahan saya karena bekerja seharian

image

Nih,cantik kan? Bunga kuning yg saya tak tahu namanya  ini adalah tanaman orok-orok, di luar negeri namanya sunn Hemp, atau Crotalaria jucae.saya menganggap ini salah satu bunga terindah sejak kanak-kanak. Saya ingat pertama kali melihatnya di areal kuburan pdekat rumah dan selalu minta diambilkan bunga itu

image

Bunga ini juga banyak terlihat di tepi jalan.Kalo bunga ini saya lihat pertama kali di dekat rel kereta api yg memanjang membelah dusun tanah kelahiran saya.saya selalu berpura-pura bunga ini hiasan sanggul pengantin cunduk mentul karena tangkai panjangnya mentul-mentul bila tertiup angin

image

Bunga putih ini juga banyak kenangan bagi saya.biasanya tumbuh di sawah atau kebun, baunya langu tapi bunga ini cantik apalagi bila tangkai bunga itu penuh

Yah,saya memang punya ketertarikan khusus dengan alam sejak kecil. Bermain kemah-kemahan, mengumpulkan berbagai jenis bunga dan merangkainya. Maka saya punya kenangan tersendiri terhadap bunga2 liar yang tak lebih daripada rumput. Berpura-pura menggunakan berbagai tanaman untuk obat. Saya menemukan bahwa jarak bisa jadi obat luka sebelum membacanya di buku.
Sungguh saya mencintai dan merindui alam,selalu nyaman berada di dekatnya. Jadi mungkinkah saya bisa naik gunung lagi?

Ih sumpeh deh posting yg ga penting banget.tapi ga papa dari pada engga

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s