Ibu Kos Yang Tua dan Sakit-sakitan

Malam baru saja menjelang. Jalan raya di depan rumah kos masih ramai oleh lalu lalang pengendara. Demikian pula warung nasi goreng dan bakso di samping kos juga masih ramai pembeli juga sebuah toko pakaian di seberangnya, mungkin karena sebentar lagi bulan ramadhan. Suara orang mengobrol dari warung kelontong depan kos masih terdengar diantara bising kendaraan yang lewat

Tapi rumah kos yang dihuni 3 anak kos dan seorang ibu kos ini lengang. Memang para penghuninya telah kelelahan. Ibu kos yang telah lanjut usia bekerja di kiosnya di terminal yang berjarak beberapa ratus meter dari rumah. Salah seorang penghuni kos mungkin sedang shift kerja malam di toko pakaian dekat kos. Sedangkan dua penghuni lainnya bekerja di sebuah instansi dengan jam kerja hampir 10 jam.

Meskipun lelah masih belum pantas bagi saya untuk tidur seawal itu, padahal dokter kandungan menyarankan banyak istirahat. Bekerja hampir 10 jam memang menguras tenaga meskipun itu bukan pekerjaan fisik sepenuhnya. Maka aku tiduran sambil memainkan remote TV di kamarku. Kawan sejawat sekaligus teman kos juga begitu di kamarnya. Memang sesama anak kos selalu di kamar masing2 dan hampir tak pernah membuka pintu untuk sesama penghuni kamar. Pernah teman saya itu bercerita dia mengabaikan sesama penghuni kos yang mengetuk pintunya karena terlalu malas membuka pintu.

Diantara kantuk dan lelah tiba-tiba saya dengar teriakan istighfar dari lantai bawah. Teriakan yang cukup keras hingga bikin saya sangat cemas. Saya langsung terburu2 turun ke lantai bawah. Maksud hati pengen lari namun apa daya infeksi di perut saya terasa nyeri luar biasa setelah saya berjalan cepat atau lari. Maka saya hanya menuruni tangga secepat kemampuan menahan nyeri. Sesampai di bawah buru-buru saya tengok ruang tamu ternyata sepi, lalu saya longok dapur

Ternyata ibu kos yang memang sakit-sakitan itu sedang terduduk di lantai basah dekat sumur di depan pintu keluar dapur. Ibu kos masih terus beristighfar keras-keras. Nampak sekali dia shock dan kaget. Bahkan ketika saya mencoba membantunya bangun dia masih gemetar. Kasihan sekali. Diantara istighfarnya Ibu kos bercerita bahwa dia terpeleset. Memang gerimis baru saja reda meskipun saat itu musim kemarau

Maka saya tunggu hingga ibu kos lebih tenang dan membantunya bangun lalu menuntunnya ke ruang tamu. Saya tunggu ibu kos berganti baju dan menemaninya beberapa lama. Saat saya tanyai Ibu kos meyakinkan bahwa tak ada luka atau cidera. Beberapa lama saya hanya berdua dengan ibu kos yang tak mengijinkan saya menghubungi salah satu anaknya. Maka saya tinggalkan Ibu kos sendiri setelah Ibu kos mempersilahkan saya kembali ke kamar untuk beristirahat.

Sebuah kejadian yang membuat saya miris. Seorang wanita tua yang tinggal sendiri di rumah besarnya. Ketika ada kejadian sepele seperti itu orang tua sebenarnya membutuhkan sekedar teman untuk menghiburnya. Anak-anaknya telah tinggal di rumah masing-masing meskipun masih di kota yang sama. Anak-anak kos yang diharapkan bisa sedikit membantu juga tak terlalu mengerti atau tak mau mengerti.

Sesaat saya teringat nenek saya yang juga tinggal sendiri di rumahnya. Keadaan nenek saya sedikit lebih baik karena orang tua saya tinggal di sebelah rumahnya. Lalu bagaimana bila kedua orang tua saya yang sudah tidak muda itu juga sedang sakit? Sedangkan instansi menempatkan saya di luar kota.
Maka bersyukurlah mereka yang bisa tinggal
serumah dengan orang tuanya yang sudah uzur. Tak pantas menyia-nyiakan kesempatan yang tak dimiliki semua anak dan orang tua.

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s