Ken Umang dan Ken Dedes

Lagi-lagi saya menulis berdasarkan buku dedes arok karya pramoedya ananta toer. Besar sekali pengaruh buku ini pada saya hingga berkali-kali saya buat catatan yang berasal dari buku ini.begitulah…..wajar saja karena pramoedya adalah salah satu manusia paling berpengaruh pada abad ke-20 dari Indonesia.

Berikut penggambaran yang umumnya kita terima tentang tentang Ken Dedes dan Ken Umang. Adalah Ken Dedes sang permaisuri yang selalu disanjung sebagai wanita yang menurunkan trah Rajasa. Dedes terkenal sebagai wanita cantik dan baik hati luar biasa. Sedang Ken Umang selir Ken Arok yang jahat dan pendengki, mengganggu kisah cinta indah Ken Arok dan Ken Dedes.

Sedangkan berikut adalah penggambaran yang bisa saya terjemahkan setelah membaca buku Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer

Dedes , begitu sebutannya dalam buku itu atau lebih dikenal sebagai ken dedes adalah seorang anak brahmana bernama mpu parwa. Dengan begitu dedes berkasta brahmana dan belajar dari ayahnya berbagai macam ilmu. Dalam buku itu disebutkan bahwa dedes dan ayahnya beragama hindu syiwa, sedangkan penguasa kediri beragama hindu wishnu. Perbedaan itu mengakibatkan para brahmana syiwa tersingkir bersama ajarannya sehingga mereka membenci penguasa.demikian pula dedes membenci perkuwuan tumapel dan kerajaan kediri yang bertindak sewenang-wenang.

Dedes adalah brahmana cantik,bekulit putih,berhidung mancung dan otomatis sangat berpendidikan. Awalnya dedes merupakan brahmani yang lemah dan cengeng, dendam karena diculik dan dinikahi akuwu tunggul ametung membuatnya berubah.Dedes menjadi wanita cerdas yang manipulatif. Dengan kecantikannya dedes berhasil memanipulasi tunggul ametung yang dengan bodohnya berangan-angan akan menjadi raja besar berkat ramalan seorang empu yang mengatakan bahwa siapapun yang menikahi anak empu parwa akan menurunkan raja-raja besar pulau jawa. bukan cuma sang akuwu, dedes juga menggunakan pesona kecantikannya untuk memanipulasi para pengawal dan prajurit pakuwon tumapel hingga mereka lebih setia kepadanya daripada sang akuwu sendiri.

Kebo ijo satu-satunya prajurit yang telah disyahkan sebagai keturunan ksatria merupakan salah satu orang yang dengan telak telah ditipu dan dimanipulasi oleh dedes hingga terjebak menjadi pembunuh akuwu tunggul ametung.

Satu-satunya orang yang tak bisa dimanipulasi dedes  adalah arok, seorang brahmana muda murid mpu lohgawe yang disusupkan para brahmana syiwa untuk melakukan kudeta kepada akuwu tunggul ametung yang beraliran hindu wishnu dan memerintah dengan lalim.itu karena arok jauh lebih berilmu daripada dedes meskipun tak jelas asal-usulnya.dedes justru jatuh cinta padanya meskipun kesombongannya sebagai brahmani tidak mengijinkannya untuk mengakui hal itu.

Kedudukan sebagai permaisuri dan penguasa pakuwon tumapel telah membuatnya ketagihan perasaan berkuasa. Dedes menerima arok sebagai suaminya karena setelah membunuh tunggul ametung dan mendakwa kebo ijo  dia dinobatkan menjadi penguasa tumapel oleh para pengikut dan para brahmana.akhirnya jadilah dedes tetap menjadi permaisuri atau nareswari pakuwon dengan akuwu baru bernama ken arok dan dedes mendapatkan tambahan nama ken di depan. Dedes menerima arok sebagai suaminya dengan kecemburuan kepada umang yang telah menjadi istri dan berjuang bersama arok terlebih dahulu.

umang adalah seorang sudra anak bungsu bango samparan bapak angkat arok ketika masih muda.saat arok masih ‘ngenger’ pada bapaknya, umang masih anak-anak.sejak muda belia arok telah menyayangi umang yang masih bocah kurus beringus. Setiap kali pulang dari berjudi atau mencuri arok selalu member umang sejumlah barang-barang yang kemudian disimpan umang dan dianggap sebagai titipan dari kakak angkatnya itu. Umang sangat menyayangi dan mengagyumi kakak angkatnya itu hingga pada suatu ketika arok meninggalkan rumah ki bango samparan untuk kemudian berguru berbagai macam ilmu kepada beberapa brahmana.

Umang dan arok bertemu kembali ketika arok yang telah berusia 20 tahunan dan menjadi brahmana kembali kekampung bapak angkatnya dalam petualangannya merampok uang upeti hasil perasan dari rakyat. Ketika pakuwon tumapel semakin kacau oleh kerusuhan dan kemiskinan banyak penduduk desa yang mengungsi ke hutan menghindari kejaran prajurit tumapel secara semena-mena yang memberagus siapapun yang tidak mau membayar upeti. Dalam pelarian itulah umang sudra yang berjuang bersama gerombolannya bertemu ken arok yang menjadi pemimpin puncak gerombolan pemberontak.

Umang awalnya adalah satu-satunya wanita pejuang yang ikut bertempur melawan prajurit tumapel. Kemudian umang memimpin barisan wanita yang ikut bertempur di belakang arok melawan prajurit tumapel. Umang seorang pejuang tangguh sekaligus pemimpin pasukan. Umang berjuang tanpa letih dan putus asa,wanita tangguh dalam gerombolan pemberontak.gigih dan berotak cerdas membuatnya berhasil memimpin pasukannya dan menjadi salah satu pemimpin penting dalam pemberontakan yang ikut menyerbu kutaraja tumapel.

Dipertemukan takdir dan penderitaan serta dorongan kisah masa lalu secara otomatis menyatukan umang dan arok dalam perkawinan tanpa pesta pora. Umang kemudian diberi nama ‘Ken Umang” Arok yang telah menyandang nama “Ken Arok” dari empu loh gawe. Kasih sayang antara bocah ingusan umang dan arok si berandal kecil tak cuma platonic dan persaudaraan semata. Meskipun tak rupawan mempesona secara fisik umang dewasa mampu membuat arok jatuh cinta padanya demikian pula umang telah mencintai arok sejak kanak-kanak. Arok dan umang sepasang suami istri yang berjuang menumbangkan tunggul ametung dari singgasana kelalimannya. Namun, ketika arok naik menjadi seorang akuwu dan kemudian raja di singosari umang hanya mendapat posisi selir karena posisi nareswari telah diisi oleh dedes,permaisuri akuwu yang lalu

Bagi saya kisah ken arok paling manusiawi dan masuk akal adalah yang diceritakan oleh pramoedya ananta toer tersebut. So I tend to believe that. Begitulah….media sejarah telah meminggirkan peran Ken Umang dalam sejarah sekaligus mengkriminalisasi dirinya menjadi istri selir pendengki. Sedangkan Ken Dedes didewakan dan dihapuskan keburukan sekecil apapun pada dirinya. Sangat umum dan njawani.

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

16 Responses to Ken Umang dan Ken Dedes

  1. mydamayanti says:

    uhm…tulisan yang tendensius dari sumber yang tendensius
    tendensius dari orang-orang yang merasa tertindas
    seorang penulis besar yang tertindas dan terdzolimi tanpa pengadilan
    seorang pembaca yang merasa tertindas pula

    keduanya menulis tentang seseorang yang dicitrakan buruk oleh sejarah.hampir sama dengan penulis dan pembaca pada porsi masing-masing

  2. jb santoso says:

    pramudya ananta tur sebagai orang besar tak hanya diakui penulis tersebut di atas, tapi juga diakui masyarakat dunia. pas kalau disebut sebagai orang besar abad 20 Indonesia. Ada sastrawan dan budayawan Indonesia dapat berkarya seperti dia?

  3. benny sukandari says:

    boleh gak kalo aku mengaku sebagai keturunan ken Arok dan Ken Umang….boleh sich boleh barangkali tapi untuk apa di era saat ini,…cukup jiwaku saja yang mengerti

  4. Apapun, bukunya Pramoedya itu hanyalah fiksi. 😛

    Aku suka banget buku itu though

  5. ayu wijaya kusuma says:

    Percaya ndak klo ada yang bilang kendedes ber reinkarnasi,secara menurut agama islam itu tak ada,tapi anehnya kenapa di kehidupan yang sekarang cerita dan kisah hidupnya sama persis dgn yang di alami oleh seorang perempuan yang indigo bisa melihat masa lalu dan masa yang akan datang,ANEH dan tak bisa di jelaskan secara logika

    • mydamayanti says:

      Reinkarnasi emang susah.bayi yg rumah ortunya di deket makam tionghoa,mukanya mirip tionghoa.pdhl ortunya ga mirip tionghoa sama skali.aneh lagi kan?

    • Di Zain says:

      Hihi… Jd tertarik. Boleh tau kah siapa reinkarnasinya? Sound familiar. Mbak indigo juga? Inbox or email saya ya… @ dina_basokoro@yahoo.co.id

    • mydamayanti says:

      Agama saya ga mengajarkan soal Reinkarnasi.banyak fakta menunjukkan gejala yg biasa disebut sbg Reinkarnasi sedangkan Reinkarnasi itu ga bisa dijelaskan dgn logika. Wal hasil saya buntu soal reinkarnasi mengingat referensi andalan saya adlh agama saya ktika saya udah mentok dgn logika

  6. Iwan says:

    Cerdasss..alur ceritanya yg menarik memang harus seperti ini,.

  7. ah ini fiksi, buktinya belum kuat haha buku ini semacam gayatri rajapatni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s