buku-bukuku

sedikit-sedikit akhirnya menjadi bukit.masih ingat pepatah itu?tak pernah mengira pepatah yang ditempel di dinding ruang kelas 3 SD saya dulu itu berlaku juga bagi buku. Dulu saya mengartikan pepatah itu hanya berlaku pada uang receh dalam celengan babi saja

kemarin saya pulang kampung alias mudik ke desa yang permai nun jauh disana sejauh 115 km dari negeri perantauan ini. seperti biasa, setiap berada di rumah ndeso orang tua saya yang tak kalah ndesonya saya membereskan atau coro jowonya tata-tata barang. mulai dari kamar dan lemarinya yang bajunya bertumpuk seperti gombal mukio tak terpakai hingga bumbu-bumbu dapur yang berceceran di pawon rumah simbok saya.jauh banget yak, habis beresin kamar kok beresin dapur.

sampailah perjalanan noto omah saya pada omah ngarep alias rumah bagian depan. rumah bagian depan wong ndeso itu biasanya ruangan yang paling luas dengan barang paling sedikit. omah ngarep biasanya berisi satu set meja kursi tamu dan sebuah bupet.apa itu bupet?bupet atau disebut juga bipet sebenarnya adalah lemari pajangan atau benda mirip lemari tetapi lebih lebar dan bagian depannya terbuat dari kaca sehingga bagian dalamnya terlihat jelas dari luar.

pada salah satu bagian bupet bawah yang tertutup berisi buku dan alat-alat makan juga alat-alat dapur seperti toples,tumpukan piring besar dan kecil, mixer bahkan bahan-bahan untuk membuat kruistik. di sebelahnya yang juga tertutup saya menyimpan buku-buku bekas mulai dari SD hingga SMA, soalnya pas kuliah ga pernah beli buku kan dikasih pinjem sama negara (rakyat lebih tepatnya).pada bagian atas bupet yang bagian depannya tertutup kaca saya menyimpan buku-buku baru.yang saya maksud baru disini adalah buku yang saya beli bukan karena instruksi dari guru-guru di sekolah. buku-buku itu saya beli karena saya suka, sebagian dari buku-buku itu adalah pemberian kawan-kawan saya

awalnya cuma ada dua baris buku termasuk kamus dan buku tua bekas paklik dan bulik yang saya simpan karena suka.dalam dua baris pendek buku itu pula ada al-quran dan terjemahannya milik ibu saya. jadi bisa dihitung sebenarnya berapa buah buku yang saya beli dan punyai

kemarin ketika saya tata-tata saya menyimpan buku-buku yang berserak dimana-mana. di meja kamar, di depan televisi, di atas tempat tidur bahkan ada juga buku yang selalu setia ngendon di mobil karena tak sempat dibaca cuma dibawa mondar-mandir saja.ketika semua buku ditempatkan di tempat yang seharusnya yaitu bupet (bukan rak buku) ternyata sudah overload.total ada empat barisan pendek dan satu barisan setengah panjang buku memenuhi bupet omah ngarep orang tua saya.akhirnya saya jejal-jejalkanlah buku itu sampai barisannya berdempet rapat.

senang juga punya beberapa puluh buah buku meskipun belum semuanya sudah saya baca.trimakasih ya TUHAN.besar sekali syukur saya karena dulu, sekedar meminjam sebuah majalah remaja dari teman sekelas saya saja saya harus rela dibentak-bentak teman saya itu.padahal dulu saya ingin membaca buku kahlil gibran tidak bisa karena teman sekelas saya yang lain tak sudi meminjamkannya.sekarang hampir semua tulisan kahlil gibran ada dalam bupet tua di rumah orang tua saya.tuh kan…buku juga bisa sedikit-sedikit akhirnya menjadi bukit.siapa tau di masa depan saya bisa punya kamar perpustakaan sendiri, boleh kan berkhayal?

baiklah…saya harus lebih rajin membaca bukan, karena dua atau tiga buku dalam bupet itu belum saya baca.tapi saya sedang meminjam buku teman sekaligus saudara stapala saya. karena itu buku pinjaman maka harus diselesaikan secepatnya.iya tho?

 

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to buku-bukuku

  1. zizaw says:

    beli lah lemari…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s