Bothok Laron

sekarang sudah memasuki musim penghujan. trimakasih ya Tuhan karena musim kemarau tempo hari tidak berasa sangat panjang sebagaimana musim kemarau tahun-tahun sebelumnya. seperti biasa setiap awal musim hujan di pagi hari atau sore hari banyak laron yang berhamburan keluar dari sarangnya

tahukah apa itu laron? laron adalah serangga berukuran panjang setengah sampai tiga perempat centimeter yang memiliki 4 sayap transparan.sayap yang masing-masing sepanjang dua sentimeter ini sangat mudah tanggal hingga bila musim laron rumah menjadi kotor oleh rontokan sayapnya.laron selalu mendatangi cahaya baik cahaya lampu maupun matahari.laron berasal dari rayap si pemakan kayu yang luar biasa.hmmm…saya jadi tertarik mengetahui siklus hidup rayap,tapi nanti sajalah kita mau membicarakan laron saat ini

laron disukai banyak hewan,ayam,burung,kelelawar bahkan kucing pun suka berburu laron.tapi bukan hewan saja yang menyukai laron manusia juga suka

Ketika saya masih kecil,maksud saya ketika saya masih duduk di sekolah dasar saya beberapa kali membantu ibu mengumpulkan laron.rumah kami di desa dan waktu itu sekeliling rumah kami banyak ditumbuhi pohon besar dan bambu.rayap biasa membuat sarang di sekitar akar-akar pohon itu,bahkan lantai rumah kami yang dulu berupa tanah juga menjadi sarang rayap

cara mengumpulkan laron adalah dengan menggunakan sebuah wadah yang cukup besar yang didalamnya diletakkan sebuah lampu ublik.lampu ublik adalah lampu minyak tanah yang terbuat dari kaleng bekas dan sumbu kain bekas. semua lampu lain harus dimatikan agar laron hanya mendatangi lampu ublik di dalam wadah itu.mudah sekali karena waktu itu belum ada penerangan pln di desa saya.

laron-laron yang masuk ke dalam wadah berublik itu akan terjebak. beberapa laron yang lolos akan dijumput dan dimasukkan dalam wadah.dalam satu atau dua jam akan terkumpul banyak laron yang mungkin bisa mencapai setengah kilogram.

berikutnya laron harus disimpan dalam wadah tertutup karena serangga ini sangat tangguh.setelah sekian lama dalam keadaan bertumpuk dalam wadah laron masih tetap hidup dan bisa merangkak kabur.keesokan harinya laron-laron yang masih hidup sebagian itu dihilangkan sayapnya.caranya dengan menggosok-gosokkan tumpukan laron di atas tampah atau tampi hingga hampir seluruh sayapnya rontok lalu laron itu ditampi agar sayapnya terbang dari tampi.

setelah semua sayap laron tanggal laron disangrai, biasanya menggunakan wajan dari tanah. laron sangrai tampak mengkilap karena lemaknya tapi ketika dipegang tidak terasa berminyak sama sekali.laron sangrai siap diolah sesuai selera.laron biasanya dibuat bothok atau rempeyek

saya sendiri belum pernah makan laron karena tidak tega tapi katanya rasanya enak dan gurih.dagingnya yang tak berlemak itu tentu saja mengandung protein tinggi.bagi masayarakat desa miskin seperti keluarga saya laron tentu saja merupakan sumber gizi yang cukup penting.siapa tahu di kemudian hari laron menjadi salah satu menu favorit eksotik seperti enthung jati dan belalang dari gunungkidul atau kalajengking dan kelabang yang jadi cemilan eksotis di jalanan kota bangkok

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Bothok Laron

  1. whitefang says:

    Bagi bagi donk botok laronnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s