Jelang Subuh (Dilema)

Sejak bulan ramadhan ini saya punya kebiasaan baru.Bukan kebiasaan yang luar biasa sebenarnya tapi saya anggap agak merepotkan.Menjelang waktu subuh saya biasa terbangun dalam keadaan sangat kehausan dan kelaparan.Repot bukan bila anak kost seperti saya ini kelaparan pada waktu yang tidak lazim.Mau makan apa?Buku?
Untuk rasa lapar saya masih bisa menahannya,tapi tidak dengan rasa haus. Maka setiap menjelang subuh saya akan terbangun dan minum beberapa teguk airputih. Biasanya saya minum dalam keadaan setengah sadar. Terbangun dalam mimpi.entah itu mimpi atau hanya halusinasi tapi saya selalu terbangun menjelang subuh dengan suara-suara di kejauhan
Tak seperti di kampung halaman saya yang bisa mendengar suara2 adzan dengan jelas, disini jarang sekali bisa mendengar adzan dengan jelas. Suara adzan hanya sayup-sayup dari kejauhan. Bila mendengar jelas itu suatu keistimewaan luar biasa.Keadaan seperti ini sangat merepotkan ketika saya sedang berpuasa.Sering saya mengulur waktu berbuka sampai beberapa menit sampai yakin bahwa waktunya sudah tiba hanya karena tak bisa mendengar suara adzan
Keadaan seperti inilah yang merepotkan saya setiap jelang subuh ketika saya berniat akan puasa.mengalami kehausan dan kelaparan tanpa tahu pasti kapan waktu subuh membuat saya dilema antara shalat atau minum.Karena saya tak mendengar suara adzan tapi tak berani minum karena mungkin sudah waktunya berpuasa. Suatu ketika saya sangat haus dan menelan seteguk besar airputih bersamaan dengan suara adzan alhasil batal sudah puasa saya.Betapa sebuah sebab yang tidak material untuk batal berpuasa
Satu hal lagi,saya pernah membaca tentang siklus alami tubuh bahwa pada setiap jam tertentu tubuh mengeluarkan enzim dan hormon yang sesuai dengan kegiatan dan aktivitas.Demikian pula otot dan otak bkerja dengan ritme yang sam setiap hari. Misalnya sekitar waktu istirahat otak mendorong rasa kantuk dan aktivitasnya berkurang dan enzim pencernaan aktif ketika jam sarapan. Yang saya herankan, kenapa tubuh saya tidak bekerja sama dengan saya dan melawan kebiasaan normal dengan rasa haus dan lapar menjelang subuh? Apakah ini hanya terbawa kebiasaan bulan Ramadhan yang sudah berlalu 1,5 bulan yg lalu?

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s