Ritual di Sendang Drajat

Setelah membaca artikel ini ( http://www.belantaraindonesia.org/2011/01/tempat-mistik-di-lawu.html ) saya teringat dengan pengalaman masa muda saya. Sebelum semangat saya untuk bercerita hilang termasuk ingatan saya tentang pengalaman saya menguap saya akan menceritakan pengalaman saya berkenaan dengan artikel tersebut.

Seingat saya saat itu adalah Maret 2004 ketika saya sedang duduk di bangku kuliah tingkat 2. Saya bersama beberapa teman saya mengisi liburan dengan mendaki gunung Lawu via jalur Cemoro Sewu. Saya tak akan menceritakan detail perjalanan saya di Gunung Lawu. Saya hanya akan menceritakan tentang fenomena yang kami Lihat di Sendang Drajat, suatu tempat di gunung Lawu
Sendang Drajat dipercaya masyarakat sekitar dan orang-orang tertentu sebagai tempat keramat. Hal ini berhubungan dengan Prabu Brawijaya. Mungkin yang dimaksud disini adalah Brawijaya V (keturunan R. Wijaya yg memerintah Majapahit )atau Prabu Bhre Kertabumi (1468 – 1478)Menurut artikel yang barusan saya baca ini airnya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Menurut kabar angin yang saya dengar di sekitar dan di atas Gunung Lawu konon bila orang yang datang ke Gunung Lawu mendapati air Sendang Drajat dalam keadaan penuh atau melimpah maka Rejekinya untuk setahun ke depan akan melimpah dan bila orang yang ke Lawu mendapati air sendang sedang kering atau asat maka rejekinya untuk setahun ke depan akan kering dan asat pula. Believe it or not it’s up to you
Sebagai pendaki seperti biasa kami memanfaatkan sumber air untuk keperluan makan-minum termasuk untuk mencuci bahan makanan. Beruntung sekali waktu itu air sendang drajat sedang melimpah ruah hingga hamper memenuhi kolam kecil itu. Saya yang waktu itu mencelupkan wadah berisi sayuran ke dalam sendang ditegur oleh salah seorang peziarah (emang kuburan ada peziarahnya).
Di dekat sendang terdapat beberapa bilik setinggi dada orang dewasa yang terbuat dari bata bersemen. Bilik tak beratap itu awalnya saya kira ditujukan sebagai tempat “pipis” bagi pendaki makanya saya pispis di dalem situ hihihi. Berikutnya saya melihat beberapa orang mengambil air sendang dengan gayung lalu dimasukkan ke dalam ember yang entah mereka bawa dari bawah atau pinjam di warung di dekat sendang. Ada juga yang memanfaatkan botol air mineral kosong untuk menampung air sendang. Kemudian air sendang itu mereka bawa ke dalam bilik-bilik yang saya kira sebagai tempat pipis tadi. Yang mengejutkan saya orang-orang itu mandi alias mengguyurkan air dingin sendang itu ke tubuh mereka. Jujur saya sempat terperangah melihatnya karena Gunung Lawu adalah salah satu gunung paling dingin yang pernah saya daki. Lawu lebih dingin daripada Semeru dan Kerinci, gunung tertinggi di Jawa dan Sumatra. Orang-orang ini mandi malam hari di lembah gunung terdingin di ketinggian 3000 mdpl. Eksotis kali ya mandi dibawah sinar bulan seperti itu? Tapi trimakasih saya tidak berminat. Masih beberapa orang yang mandi air sendang di pagi hari ketika hawa dingin lebih menusuk daripada di awal malam
Saya juga melihat beberapa orang memasukkan air sendang ke dalam botol-botol air mineral dan membawanya turun gunung. Hampir semua yang mandi air sendang membawa air sendang turun. Bukan Cuma laki-laki dewasa tapi juga perempuan dan anak-anak yang melakukan ritual mandi air sendang itu.
Bila dilihat dari penampilannya orang-orang itu sama sekali tidak terlihat jorok sampai-sampai harus mandi malam2 diatas gunung. Mereka justru terlihat bersih dan necis layaknya orang kota yang kaya. Dan memang dari pakaian bagus dan mahal yang mereka kenakan mereka terlihat berkecukupan. Pakaian yang saat itu jelas tak mungkin kami beli.
Jadi?untuk apa mereka melakukan itu? Menyengsarakan diri naik gunung sampai ketinggian 3000 mdpl lalu mandi dan membawa turun airnya? Saat itu saya tak berani bertanya kepada mereka, mungkin lain kali kalo ketemu yang begitu lagi saya bakalan nanya.Semoga saya tidak lupa

Referensi : http://www.belantaraindonesia.org/2011/01/tempat-mistik-di-lawu.html
http://thebangsat.multiply.com/photos/photo/17/29
http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Ritual di Sendang Drajat

  1. Dhian Adhe says:

    mandi junub kali le,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s