peristiwa madiun

Sejak bersekolah di sekolah dasar kita semua diajarkan bahwa PKI memberontak dua kali di indonesia.Pemberontakan yang paling dihafal adalah Peristiwa Gerakan 30 September 1965/ Partai Komunis Indonesia disingkat G30S/PKI terkadang dikenal pula dengan Gestapu atau Gerakan September Tigapuluh. Namanya dimirip-miripkan dengan polisi rahasia jerman.biar keren kali yak? Tentu saja peristiwa ini paling dihapal orang Indonesia,tampaknya ini merupakan peristiwa sejarah paling familiar bagi orang Indonesia setelah 17 Agustus 1945. tentu saja karena setiap tahun pada tanggal tersebut diputar filmnya.

Pemberontakan kedua adalah peristiwa madiun yang terjadi pada 1948. Peristiwa ini dikenal pula dengan pemberontakan PKI Madiun yang terjadi pada 18 September 1948. Menurut Buku Sejarah Pada 18 september 1948 Muso memproklamirkan berdirinya negara komunis di Madiun. Muso dibantu oleh teman seperjuangannya yang bernama Amir. Pemberontakan Madiun ini banyak menguras tenaga NKRI yang baru saja berdiri untuk memberantasnya. Singkat cerita setelah perjuangan keras TNI untuk menumpasnya Muso dan amir berhasil ditembak mati oleh TNI. Pemerintah bahkan mendirikan monumen kresek untuk memperingati peristiwa ini. Mungkin maksudnya untuk mengenang orang-orang yang tewas dibantai oleh “PKI”. Monumen yang sering dijadikan tempat berkemah oleh Pramuka di wilayah Kota dan kabupaten madiun

Tak sengaja saya temukan tautan di wikipedia yang membuka mata hati saya tentang peristiwa ini di http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Madiun

Peristiwa Madiun adalah sebuah konflik kekerasan yang terjadi di Jawa Timur bulan September – Desember 1948 antara pemberontak komunis PKI dan TNI. Peristiwa ini diawali dengan diproklamasikannya Negara Republik Soviet Indonesia pada tanggal 18 September 1948 di Kota Madiun oleh Muso, seorang tokoh Partai Komunis Indonesia dengan didukung pula oleh Menteri Pertahanan saat itu, Amir Sjarifoeddin.

Pada saat itu hingga era Orde Lama peristiwa ini dinamakan Peristiwa Madiun, dan tidak pernah disebut sebagai pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Baru di era Orde Baru peristiwa ini mulai dinamakan Pemberontakan PKI Madiun.

Bersamaan dengan itu terjadi penculikan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Madiun yang tidak baik itu tokoh sipil maupun militer di pemerintahan ataupun tokoh-tokoh masyarakat dan agama.

Masih ada kontroversi mengenai peristiwa ini. Sejumlah pihak merasa tuduhan bahwa PKI yang mendalangi peristiwa ini sebetulnya adalah rekayasa pemerintah Orde Baru (dan sebagian pelaku Orde Lama).

Segera setelah 17 agustus 1945 banyak berdiri partai politik yang masing-masing berusaha mengembangan sayap dan mendidik kader-kadernya termasuk kelompok kiri yang berideologi komunis-sosialis.Termasuk Muso yang baru kembali dari Moskwa pada 11 Agustus 1948 dan menduduki jabatannya sebagai pemimpin PKI yang diikuti oleh Amir Sjarifuddin Harahap, Setyadjit Soegondo

Pada masa ini penculikan dan pembunuhan adaah hal yang umum terjadi. Salah satunya adalah peristiwa pembunuhan Gubernur jatim RM suryo dan ajudannya di ngawi pada 10 September 1948 oleh golongan kiri  yang diperingati dengan pendirian Monumen Suryo di dekat TKP.

Penculikan dan Pembunuhan banyak terjadi karena kelompok kiri menuduh pemerintah lebih memihak kepada Amerika Serikat. Tuduhan ini didasarkan pada peristiwa Perundingan Sarangan (berada di Kec Plaosan, Magetan). Perundingan sarangan melibatkan Soekarno, Hatta, Soekiman Wirjosandjojo (Menteri Dalam Negeri), Mohamad Roem (anggota Masyumi) dan Kepala Polisi Soekanto Tjokrodiatmodjo, sedangkan di pihak Amerika Serikat hadir Gerald Hopkins (penasihat politik Presiden Truman), Merle Cochran (pengganti Graham yang mewakili Amerika Serikat dalam Komisi Jasa Baik PBB). Hasil perundingan Sarangan yang diberitakan adalah  bahwa Pemerintah Republik Indonesia menyetujui Red Drive Proposal (proposal pembasmian kelompok merah)

Menurut Wikipedia juga ada isu bahwa pada 18 September 1948 bahwa Soemarsoso, tokoh Pesindo(Pemuda Sosialis Indonesia), pada 18 September 1948 melalui radio di Madiun telah mengumumkan terbentuknya Pemerintah Front Nasional bagi Karesidenan Madiun. sumarsono mengelak dengan menyebutkan bahwa yang dibentuk adalah FND (Front Nasional Daerah) .

Jadi?apa sebenarnya yang terjadi pada tahun 1948 di Madiun? andai ada mesin waktu….

Advertisements

About mydamayanti

catatan seorang pelupa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 Responses to peristiwa madiun

  1. ragil says:

    PKI memberontak di indonesia sebanyak 3 (tiga) kali.. Tahun 1926, 1948, 1965

  2. CATROQUE says:

    partai islam juga memberontak. knp agama islam gk dilarang di indo?

  3. claudia says:

    Pemberontakan pki madiun tahun1948, bagaimana mungkin orde baru yg muncul sejak tshun 1966 yg merekayasa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s